• Non Fiksi

    Terlambat (?)

    “Ustadz, ada kenalan Ustadzah yang bisa ngajar Durusul Lughoh Al-‘Arabiyyah tidak ya?” Tulisku via chat whatsapp seraya ingin melanjutkan belajarku dengan beliau dahulu. “Wah, banyak. Mau berapa?” Seketika hatiku berbunga. “1 aja Ustadz…

  • Non Fiksi

    Menuju-Mu

    Menuju-Mu adalah ‘pekerjaan’ yang tak pernah usai, karena kutahu bahwa iman ini mudah sekali rombeng. Dalam ikhtiar menuju-Mu, justru semakin terasa jarak yang selama ini kucipta. Terasa sedikit sekali dalam memenuhi adab kepada-Mu.…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (4)

    Teruntuk sepasang lelaki dan perempuan di masa depan, yang dipertemukan karena Allah menghendaki penyatuan, bisa jadi kalian sebelumnya sama sekali tak saling mengenal. Atau kalian hanya pernah berpapasan tanpa saling tahu, atau juga…

  • Non Fiksi

    Frame of Life

    Frame of Life. Tanggal 14-15 September yang lalu aku dimintai tolong untuk membantu sebuah acara dari pembicara yang jauh-jauh datang dari Bandung ke Yogyakarta. Seorang inspirator yang dulu (hampir 6 tahun yang lalu)…

  • Non Fiksi

    Hadza min Fadhli Rabbi

    هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ “…”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)”…” Sebuah penggalan dari ayat 40 QS. An-Naml. Nabi Sulaiman mengucapkan kalimat tersebut…

  • Non Fiksi

    Menuju Muslih

    Orang ‘soleh’ menurut Imam Gazali adalah orang yang baik secara pribadi. Sedangkan oleh ‘muslih’ adalah orang yang baik secara pribadi serta sosial.  Atau dengan kata yang lain, ‘soleh’ adalah kualitas kebaikannya hanya untuk…

  • Non Fiksi

    Muzzammil :6

    إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al-Muzzammil :6)   Menurut Az-zuhaili (2005), naasyi’ah…

  • Non Fiksi

    Meng-angkasa-kan Harap

    وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” Lagi-lagi tentang harap. Aku suka sekali dengan bahasan ini. Tak lain sebagai cambuk dan doa untuk diri sendiri. Karena bahaya…jika harap disandarkan dan diangkasakan…