• Non Fiksi

    Saya, FLP, dan Dakwah

    “Menulis adalah bagian dalam menjumput hikmah yang berserakan, merajutnya indah menjadi untaian yang bermakna.” – Farah Nadia Karima “Farah, ajarin saya nulis dong…” Sebuah kalimat di atas seringkali terlontar dari mulut beberapa teman…

  • Non Fiksi

    Hadza min Fadhli Rabbi

    هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ “…”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)”…” Sebuah penggalan dari ayat 40 QS. An-Naml. Nabi Sulaiman mengucapkan kalimat tersebut…

  • Uncategorized

    Boleh aku kagum?

    Deburan ombak menjadi sahabat Zayna kali ini. Sengaja ia berkelana sendiri untuk merenungi segala yang terjadi.  Tidak peduli jika ia harus berdialog seorang diri. Atau… berdialog dengan buih-buih ombak yang membasahi tubuhnya. “Boleh…

  • Non Fiksi

    Ketakutan

    Nyatanya… ketakutan itu hanya milikmu. Allah tak pernah dalam firman-Nya memerintahkan hamba-Nya untuk takut, kecuali takut akan adzab Allah yang sangat pedih. Terlebih, jika yang kau takuti adalah perihal dunia, apalagi manusia. Ah!…

  • Non Fiksi

    Menuju Muslih

    Orang ‘soleh’ menurut Imam Gazali adalah orang yang baik secara pribadi. Sedangkan oleh ‘muslih’ adalah orang yang baik secara pribadi serta sosial.  Atau dengan kata yang lain, ‘soleh’ adalah kualitas kebaikannya hanya untuk…

  • Non Fiksi

    Muzzammil :6

    إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al-Muzzammil :6)   Menurut Az-zuhaili (2005), naasyi’ah…

  • Non Fiksi

    Ajari Aku

    Aku pernah berada di suatu titik hingga rasanya semua yang ada di pundak ingin dilepas tak bersisa atau disisakan hanya satu untuk fokus padanya saja. Aku tahu bahwa keputusan itu adalah salah dan…

  • Non Fiksi

    Meng-angkasa-kan Harap

    وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” Lagi-lagi tentang harap. Aku suka sekali dengan bahasan ini. Tak lain sebagai cambuk dan doa untuk diri sendiri. Karena bahaya…jika harap disandarkan dan diangkasakan…