• Non Fiksi

    Berdamai dengan Diri

    Dulu kukira berdamai dengan diri itu hanya berkaitan dengan segala sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, ataupun mengecewakan. Wajar dan sudah sepantasnya memang untuk berdamai dengan diri dengan hal-hal tak menyenangkan tersebut. Seperti hakikat sabar…

  • Non Fiksi

    Menuju-Mu

    Menuju-Mu adalah ‘pekerjaan’ yang tak pernah usai, karena kutahu bahwa iman ini mudah sekali rombeng. Dalam ikhtiar menuju-Mu, justru semakin terasa jarak yang selama ini kucipta. Terasa sedikit sekali dalam memenuhi adab kepada-Mu.…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (4)

    Teruntuk sepasang lelaki dan perempuan di masa depan, yang dipertemukan karena Allah menghendaki penyatuan, bisa jadi kalian sebelumnya sama sekali tak saling mengenal. Atau kalian hanya pernah berpapasan tanpa saling tahu, atau juga…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (3)

    Teruntuk kita, perempuan dan lelaki… Perihal menjaga hati adalah kerjasama banyak orang. Termasuk kita yang mengaku punya banyak teman. Berhentilah mencie-ciekan teman perempuan dan lelaki kita, karena tak semua bisa diperlakukan seperti itu.…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (2)

    Teruntuk para perempuan, kita cukup berbeda dengan lelaki dalam hal mengelola perasaan. Sebab lelaki lebih sering mengedepankan logika ketimbang perasaan. Berbeda sekali dengan kita yang menggunakan dominan perasaan. Teruntuk para perempuan, terkadang atau…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (1)

    Teruntuk para lelaki, kalian cukup berbeda dengan perempuan dalam hal mengelola perasaan. Sebab perempuan lebih sering mengedepankan perasaan ketimbang logika. Berkebalikan sekali dengan kalian. Teruntuk para lelaki, bisa jadi kalian baik dan peduli…

  • Non Fiksi

    Frame of Life

    Frame of Life. Tanggal 14-15 September yang lalu aku dimintai tolong untuk membantu sebuah acara dari pembicara yang jauh-jauh datang dari Bandung ke Yogyakarta. Seorang inspirator yang dulu (hampir 6 tahun yang lalu)…

  • Non Fiksi

    Saya, FLP, dan Dakwah

    “Menulis adalah bagian dalam menjumput hikmah yang berserakan, merajutnya indah menjadi untaian yang bermakna.” – Farah Nadia Karima “Farah, ajarin saya nulis dong…” Sebuah kalimat di atas seringkali terlontar dari mulut beberapa teman…

  • Non Fiksi

    Hadza min Fadhli Rabbi

    هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ “…”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)”…” Sebuah penggalan dari ayat 40 QS. An-Naml. Nabi Sulaiman mengucapkan kalimat tersebut…