• Non Fiksi

    Sandaran Hati

    Ribuan detik kulalui, denting waktu seringkali tak berbalas suka. Bahkan seringkali melampaui batas-batas rasa tidak suka. Menyelami takdir demi takdir yang terlalu abstrak dan tak jelas ujungnya. Aku pernah berharap kepada manusia, tapi…

  • Non Fiksi

    Menyempurnakan Rasa

    Fenomena saat ini, seseorang begitu mudahnya mengumbar segala aktivitas kehidupannya di ruang media sosial. Entah whatsapp, instagram, maupun facebook. Mulai dari aktifitas pribadi (yang menurut saya tidak pantas diunggah) hingga aktifitas bersama teman atau kelompok tertentu. Makan…

  • Non Fiksi

    Saling Memaknai

    Berkah Menjaga Silaturahim 6 tahun lalu, tahun 2012, di training kemuslimahan akbar perdana di kota Bandung yg saya isi, ada seorang peserta termuda, masih duduk di bangku SMA, datang jauh-jauh menggunakan kereta dari…

  • Non Fiksi

    Membuka Hati

    Setiap manusia memiliki tingkatan fase dalam kehidupannya. Fase naik-turun, baik-buruk, jatuh-bangun, cinta-benci, maupun suka-duka. Hingga di ujung hembusan nafas, manusia takkan luput dari kesemuanya itu. Bukankah tidak beriman seseorang sebelum ia benar-benar diuji?…

  • Non Fiksi

    Terlambat (?)

    “Ustadz, ada kenalan Ustadzah yang bisa ngajar Durusul Lughoh Al-‘Arabiyyah tidak ya?” Tulisku via chat whatsapp seraya ingin melanjutkan belajarku dengan beliau dahulu. “Wah, banyak. Mau berapa?” Seketika hatiku berbunga. “1 aja Ustadz…

  • Non Fiksi

    Izinkan Aku Jatuh Cinta

    Izinkan aku jatuh cinta pada setiap pertemuan, pertemuan dengan orang-orang yang telah bersedia menyinggahi kehidupanku barang sepersekian detik saja. Izinkan aku jatuh cinta pada setiap pertemuan, yang ternyata ia adalah gerbang pertemuan dengan…

  • Non Fiksi

    Berdamai dengan Diri

    Dulu kukira berdamai dengan diri itu hanya berkaitan dengan segala sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, ataupun mengecewakan. Wajar dan sudah sepantasnya memang untuk berdamai dengan diri dengan hal-hal tak menyenangkan tersebut. Seperti hakikat sabar…

  • Non Fiksi

    Menuju-Mu

    Menuju-Mu adalah ‘pekerjaan’ yang tak pernah usai, karena kutahu bahwa iman ini mudah sekali rombeng. Dalam ikhtiar menuju-Mu, justru semakin terasa jarak yang selama ini kucipta. Terasa sedikit sekali dalam memenuhi adab kepada-Mu.…