• Non Fiksi

    Terlambat (?)

    “Ustadz, ada kenalan Ustadzah yang bisa ngajar Durusul Lughoh Al-‘Arabiyyah tidak ya?” Tulisku via chat whatsapp seraya ingin melanjutkan belajarku dengan beliau dahulu. “Wah, banyak. Mau berapa?” Seketika hatiku berbunga. “1 aja Ustadz…

  • Non Fiksi

    Izinkan Aku Jatuh Cinta

    Izinkan aku jatuh cinta pada setiap pertemuan, pertemuan dengan orang-orang yang telah bersedia menyinggahi kehidupanku barang sepersekian detik saja. Izinkan aku jatuh cinta pada setiap pertemuan, yang ternyata ia adalah gerbang pertemuan dengan…

  • Non Fiksi

    Berdamai dengan Diri

    Dulu kukira berdamai dengan diri itu hanya berkaitan dengan segala sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, ataupun mengecewakan. Wajar dan sudah sepantasnya memang untuk berdamai dengan diri dengan hal-hal tak menyenangkan tersebut. Seperti hakikat sabar…

  • Uncategorized

    Singgahmu

    Persinggahanmu di dalam kehidupan orang lain bukanlah main-main… Antara memberi makna, ruang, kecewa, harap, atau luka. Tempatkan dirimu pada yang semestinya. Kita tidak tahu seberapa hati orang yang kita singgahi hidupnya susah payah…

  • Non Fiksi

    Menuju-Mu

    Menuju-Mu adalah ‘pekerjaan’ yang tak pernah usai, karena kutahu bahwa iman ini mudah sekali rombeng. Dalam ikhtiar menuju-Mu, justru semakin terasa jarak yang selama ini kucipta. Terasa sedikit sekali dalam memenuhi adab kepada-Mu.…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (4)

    Teruntuk sepasang lelaki dan perempuan di masa depan, yang dipertemukan karena Allah menghendaki penyatuan, bisa jadi kalian sebelumnya sama sekali tak saling mengenal. Atau kalian hanya pernah berpapasan tanpa saling tahu, atau juga…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (3)

    Teruntuk kita, perempuan dan lelaki… Perihal menjaga hati adalah kerjasama banyak orang. Termasuk kita yang mengaku punya banyak teman. Berhentilah mencie-ciekan teman perempuan dan lelaki kita, karena tak semua bisa diperlakukan seperti itu.…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (2)

    Teruntuk para perempuan, kita cukup berbeda dengan lelaki dalam hal mengelola perasaan. Sebab lelaki lebih sering mengedepankan logika ketimbang perasaan. Berbeda sekali dengan kita yang menggunakan dominan perasaan. Teruntuk para perempuan, terkadang atau…

  • Non Fiksi

    Namanya Hati (1)

    Teruntuk para lelaki, kalian cukup berbeda dengan perempuan dalam hal mengelola perasaan. Sebab perempuan lebih sering mengedepankan perasaan ketimbang logika. Berkebalikan sekali dengan kalian. Teruntuk para lelaki, bisa jadi kalian baik dan peduli…