Non Fiksi

Jangan Menyerah Tersebab Hina

(katanya) masih rasa-rasa tahun baru ya? Hmm padahal masih 1440 Hijriyah. Hehe. Orang-orang sedang menyusun resolusi ini-itu demi kehidupan yang lebih baik. Ah iya, berarti everyday is a new day ya? 🙂 #NoteToMySelf

Pada tulisan ini kita akan memulai memahami kembali bahwa Allah terlampau mengasihi dan menyayangi hamba-hambaNya. Melebihi dari apapun juga. Yuk coba sembari dibuka Alqurannya, QS. Al-anfaal :33.

  1. Allah tidak akan menghancurkan* mereka selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka…
  2. Allah tidak akan menghancurkan* mereka selama mereka meminta ampunan.
*dalam terjemahan lain diartikan menghukum

See! Dalam terjemahan Bahasa indonesianya (mungkin juga terjemahan Bahasa yang lainnya), tidak ada bedanya makna Allah tidak akan menghancurkan mereka pada dua kalimat tersebut. Tetapi jika kita beda melalui pendekatan Bahasa Arab, akan terlihat sekali perbedaannya. Di kalimat pertama, Allah memilih kata liyu’adzibahum (kata kerja; sementara). Ini artinya Allah tidak akan menghancurkan mereka selama Nabi Muhammad bersama mereka. Ya sementara, karena Nabi Muhammad tidak akan selamanya bersama mereka. Di kalimat kedua, Allah memilih kata mu’adzibahum (kata benda; permanen). Ini artinya, Allah tidak akan pernah sekalipun, barang sepertiga detik pun, menghancurkan orang-orang yang memohon ampun (yastaghfiruun). Menariknya lagi, Allah memilih kata yastaghfiruun (kata kerja; sementara),  bukan mustaghfiruun (kata benda; permanen). Artinya, Allah ingin menegaskan, bahwa Allah tidak akan menghancurkan, tidak akan menganiaya, tidak akan menghukum orang-orang yang memohon ampun, meski hanya sebentar-sebentar saja. :” Ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah benar-benar tidak memiliki batas. Tapi, bukankah fakta ini justru membuat kita semakin menangis malu jika kita tidak memperbanyak memohon ampun kepada Allah? Padahal Nabi Muhammad yang dijamin masuk surga pun tetap konsisten memohon ampun. Nah kita, dijamin apa? Sepinggiran surga saja syukurnya sudah tiada tara. :” #NtMS

Ini masih secuil dari ribuan, bahkan mungkin lebih, bukti bahwa Allah Ar-rahmaani Ar-rahiimi, sesuai dengan sifat Allah yang Allah kenalkan kepada kita di Greatest Surah, induk surat dari segala surat dalam Alquran, surat pembuka, Al-Fatihah, bahkan hingga diulang dua kali seolah Allah ingin menegaskan: “Aku ini benar-benar Mahapengasih, Mahapenyayang!”

Jadiiiiii, jangan menyerah tersebab kita hina. Jangan menyerah tersebab kita melakukan banyak sekali kesalahan di masa lalu. Karena Allah benar-benar siap ‘mendekap’ kita kapan pun dimanapun bahkan tanpa kita meminta pun! Selalu ada kesempatan berubah setiap detiknya, hingga di akhir usia kita. Saatnya kembali, menuju Allah. Sejauh dan sehina apapun kita telah melangkah. Feels Allah’s blessing. 🙂

Semangat! Semangat!

Allaahu a’lam bishshawwab. Astaghfirullahal’adzim.

***

Diambil dari Video Ceramah singkat Ustadz Nouman Ali Khan

Ditulis di Yogyakarta, 8 Januari 2019

#SafarMa’alQuran Day 2

#QuranicInstituteOfBaitulHikmah

Hanya seorang hamba yang berusaha untuk terus belajar dan mengajarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *