Non Fiksi

Menuju-Mu

Menuju-Mu adalah ‘pekerjaan’ yang tak pernah usai, karena kutahu bahwa iman ini mudah sekali rombeng. Dalam ikhtiar menuju-Mu, justru semakin terasa jarak yang selama ini kucipta. Terasa sedikit sekali dalam memenuhi adab kepada-Mu. Terasa lemah sekali interaksiku dengan kalam suci-Mu…

Menuju-Mu bukan perkara mudah. Aku tahu, tak mudah menepis jarak-jarak yang terlanjur tercipta. Terkadang ia mengorbankan perasaan dan logika, karena hanya iman yang bisa jadi pelakon utama. Semuanya nampak abstrak; tetapi izinkan kudefinisikannya sebagai nikmat.

Menuju-Mu pun bukan perkara sulit, karena Engkaulah pemilik kasih sayang yang tak terhingga di masa sekarang, juga di masa yang akan datang. Ia telah bentangkan ‘sayap-Mu’ untuk mendekap hamba-Mu erat-erat. Ini adalah janji-Mu. Bukankah hanya janji dari Tuhanmu yang takkan pernah sekalipun berdusta?

Kembalilah (kepada-Nya), sejauh apapun engkau melangkah.

Hingga Allah sambut di akhirat kelak,

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ , ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً , فَادْخُلِي فِي عِبَادِي , وَادْخُلِي جَنَّتِي
“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” :’)
(QS. Al-Fajr :27-30)

Hanya seorang hamba yang berusaha untuk terus belajar dan mengajarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *