Non Fiksi

Namanya Hati (1)

Teruntuk para lelaki,

kalian cukup berbeda dengan perempuan dalam hal mengelola perasaan. Sebab perempuan lebih sering mengedepankan perasaan ketimbang logika. Berkebalikan sekali dengan kalian.

Teruntuk para lelaki,
bisa jadi kalian baik dan peduli ke semua orang karena memang diri kalian seperti itu. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kebaikan kalian justru di salah artikan oleh kaum hawa. Ini berbahaya.

“Ah para perempuan juga jangan baperan dong. ”

Kalian mungkin bisa berucap seperti itu. Tapi barangkali kalian tidak sadar sedang memporakporandakan benteng perempuan yang sudah susah payah dibangunnya bertahun-tahun. Mungkin kalian hanya tidak tahu seberapa susahnya perempuan itu menyusun bentengnya kembali. Kondisi iman siapa yang tahu?

Dengarkan aku, kalian tidak sepenuhnya salah. Bisa jadi perempuan yang juga salah menanggapi terlalu berlebihan. Apalagi karena lemahnya iman.
Tapi namanya hati, hati perempuan lagi…
Mari kembalikan kepada fitrahnya kembali.

Pintaku untuk setiap lelaki dan perempuan: Jangan hadirkan rasa nyaman atau rasa-rasa yang lain sebelum benar-benar sah di mata Allah. Sebelum ikatan suci itu menggetarkan seluruh ‘Arsy… :’)

Semoga dengan begitu Allah limpahkan keberkahan-Nya di setiap langkah kita.
Mari saling membantu dalam menjaga hati

©farahnadiak

Hanya seorang hamba yang berusaha untuk terus belajar dan mengajarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *