Uncategorized

Boleh aku kagum?

Deburan ombak menjadi sahabat Zayna kali ini. Sengaja ia berkelana sendiri untuk merenungi segala yang terjadi.  Tidak peduli jika ia harus berdialog seorang diri. Atau… berdialog dengan buih-buih ombak yang membasahi tubuhnya.

“Boleh aku kagum?”

“Bukan padamu. Melainkan pada karakter yang melekat pada dirimu. Karakter yang hampir-hampir memenuhi 10 karakter pribadi muslim yang dicetuskan Imam Syahid Hasan Al Banna. Seringkali aku terperangah sendiri, bisa-bisanya semua dilakukan terlampau biasa. Karaktermu yang seringkali membuatku tertampar malu hingga tiada jalan lain selain menguatkan pribadiku. Seperti nasihat Prof. Dr. Hamka dalam Buku “Pribadi Hebat”-nya:

“Langkahmu akan berat. Kuatkan pribadimu!”

Tanpa kamu berkata sepatah kata pun aku mampu meneladani karaktermu, tentunya dengan selalu menomor wahidkan Baginda Rasulullaah SAW. Nampaknya kamu telah melesat dalam bertumbuh dan berkembang. Melesat jauh daripada aku. Padahal mungkin start kita sama (?).”

Zayna berhenti sejenak. Meresapi setiap proses yang menempa dirinya sejak ia memutuskan untuk hijrah.

“Aku tidak peduli siapapun kamu. Yang aku pedulikan adalah aku perlu banyak belajar darimu. Aku tetap selalu pada keyakinanku bahwa setiap episode yang hadir selalu ada hikmah terbaik-Nya.”

Zayna memejamkan mata dan menikmati bunyi deburan ombak yang menghiasi telinganya. Seraya berdoa dalam hati,

“Semoga Allah beri keistiqomahan hingga akhir hayat dalam jalan yang kita pilih ini… sebagai upaya khidmat kita pada umat hingga pada akhirnya sampai pada tujuan hakiki kita, ridha Allah SWT… aamiin.”

 

Yogyakarta, 17 Maret 2018

Pukul 01.46 WIB

Di Bawah Atap Rumah Cahaya,

Asma Amanna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *