Non Fiksi

Bagaimana Aku Tidak Cinta?

WhatsApp Image 2017-08-04 at 08.38.19

Bagaimana aku tidak cinta?

Jika Allah kerap menangguhkan apa-apa yang menjadi pintaku.

Bagaimana aku tidak cinta?

Jika Allah kerap mengganti apa-apa yang menjadi citaku,

Bagaimana aku tidak cinta?

Jika Allah seringkali memintaku meluaskan hati seluas samudera.

Bagaimana aku tidak cinta?

Jika Allah seringkali memintaku memahami apa-apa yang belum aku pahami.

Bagaimana aku tidak semakin cinta?

Jika aku tahu bahwa DIA lah sebaik-baik perancang takdir.

***

Ada benih-benih cinta yang kian subur tumbuh ketika aku mencoba menelisik setiap episode yang hadir dalam kehidupan. Perasaan sesal, kecewa, dan sedih yang selalu kucoba kuhalau sedemikian rupa supaya tetap dalam koridor prasangka baik terhadap-Nya ternyata berefek dahsyat. Bagaimana aku tidak semakin cinta?

Aku tahu, betapa sulitnya menjaga prasangka baik kepada Allah; karena syaithan takkan berhenti berjuang untuk menggoyahkan kita. Ah! Tetapi lagi-lagi tidak ada yang bisa kita dustakan atas apa-apa yang Allah beri. APAPUN. BAIK maupun BURUK. Semua takdir adalah perwujudan atas kasih sayang-Nya terhadap hamba yang banyak dosanya. Bagaimana aku tidak semakin cinta?

Entahlah, sepertinya tulisan tidak mampu lagi untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasa.

Semoga selalu semakin cinta,

kepada-Nya. No matter what.


 

Yogyakarta, 4 Agustus 2017

Pukul 08:48 WIB

Rumah Cahaya Asma Amanina

#30DWCJilid7 #Day29

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *