Non Fiksi

Separuh Agama

Dulu aku begitu mengagungkan ini. Menyempurnakan yang separuh seperti gampangnya. Bermain-main membuat janji ini itu dan merancang ini itu bersama yang tidak jelas kepastiannya.

Hingga tiba masanya, Allah bukakan mata dan hati pada sebuah titik kesadaran bahwa menyempurnakan yang separuh itu bukanlah sebuah permainan semata. Melainkan separuh jalan menuju ketaqwaan yang hakiki. Betapa pertanggungjawabannya hingga menembus langit, bukan lagi turun membumi.

Ah, sudah sepandai apa aku berbicara tentang menyempurnakan separuh agama. Jika ilmu agama saja masih sebesar biji jagung, mau dibawa kemana separuh agamanya nanti?

Dearest generasi muda…

Bukan lagi saatnya berangan-angan panjang untuk menggalaukan perasaan yang tak jelas kemana muara akhirnya. Ada satu hal yang masih banyak generasi muda saat ini lewatkan, yaitu pemahaman bahwa masa muda adalah masa emas untuk beramal shalih dan untuk berkarya sebanyak-banyaknya.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

 

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)

bye-bye-galau
sumber: google

 

Baru diposting di blog pada 31 Juli 2017

#30DWCJilid7 #Day25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *