Non Fiksi

Hati yang Menagih

images (22)

Dengan menyebut nama-Mu ya Allah.

Hiruk pikuk kesibukan duniawi nampaknya semakin merenggut hak hati dan jiwa. Semakin hari semakin terbiasa. Hingga kekosongan jiwa semakin tak terasa.

Detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Dunia seperti semakin menuntut tubuh kita untuk melakukan berbagai aktivitas; entah baik ataupun buruk. Banyak sekali waktu yang tersita, untuk sekedar memahami hati dan jiwa yang selama ini terabai untuk disapa.

Seringkali kita menyadari, namun enggan berhenti. Berhenti barang sejenak untuk melihat sekeliling dan menghirup udara secara lebih nikmat. Menengok hati dan jiwa yang nyatanya sudah semakin lelah dengan keduniawian. Menengok hidup yang penuh dengan ketidakseimbangan.

Ya, hati sedang menagih. Menagih hak-haknya untuk dipenuhi. Tanpa mengabaikan keduniawian, ia hanya butuh porsi yang lebih banyak untuk memangkas jaraknya dengan Tuhannya. Sesederhana (yang tak sederhana) itu.

Hati akan terus menagih jika dunia selalu menjadi prioritas utama. Sungguh, itu melelahkan sekali. Wajar jika tak ada kemaksimalan dalam berbagai hal yang dilakukan. Tengoklah hati, seberapa banyak jarak yang telah kau buat dengan Tuhanmu? Semoga Engkau mengampuni ya Rabb. Sungguh, hati-hati kami ingin terpaut pada-Mu seutuhnya.

Rasakan saat hati sedang menagih. Bagaimana amal keseharianmu? Kemudian aku tertampar sangat keras.

 

Yogyakarta, 28 Agustus 2016

Di Rumah Cahaya Asma Amanina

Pukul 12.45 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *