Non Fiksi

Jejak

images (21)
Source: www.google.com

Memastikan jejak yang ditinggalkan di belakang agar selalu baik memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Sejatinya, manusia tak benar-benar suci dari salah, kan? Jika jejak buruk terlanjur memfosil dan si pemilik jejak enggan memusnahkan, lalu bisa apa? Berpikir ribuan kali memang sangat perlu. Apalagi untuk aku, kamu, kami, kita, mereka, yang mengaku muda.

Bila banyak orang setuju dengan kalimat “You are what you eat”, atau “You are what you read”, nalar sederhana dan pengalaman hidup saya lebih condong justru diri ini adalah hasil dari akumulasi keputusan yang dibuat, “You are what you Decide” – Ulum Decision

Yap. Kita adalah apa yang kita tentukan. Sebagaimana, jejak seperti apa yang akan kita tinggalkan di belakang? Baik, kah? Buruk, kah? Semoga tapak jejak kita memfosil dalam kebaikan. Pun buruk, semoga angin berhasil menghempaskannya perlahan, lalu  di langkah berikutnya lebih banyak lagi mengukir tapak-tapak kebaikan. 🙂

Boyolali, l6 Juli 2016

Pukul 4.04 WIB

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *