Non Fiksi

7144 Hari

7144 Hari. Terhitung sejak 27 Mei 1996 hingga 26 Desember 2015.

Ibu, Ibu, Ibu, AYAH.

Selama 7144 hari, aku sadar belum banyak yang kuberikan, belum banyak yang kupersembahkan untukmu, dan belum banyak membuatmu terenyum bahagia. Mungkin, hanya kecewa saja. Namun, percayalah, anakmu kini sedang berjuang. Berjuang untuk mengubah itu semua. Percayalah.

Selama 7144 hari, bersama seorang perempuan yang selalu membersamaimu, Engkau tumbuhkan diri ini tanpa setitik pun pamrih, menyuap diri dengan sepenuh kasih sayang, dan berjuang memeras keringat hanya demi anak-anakmu ini. Aku ingat ketika Engkau pulang larut malam setiap hari hanya untuk membiayai hidup sekeluarga. Lalu, apa yang sudah kuberi?

Selama 7144 hari, di usiamu yang genap 53 tahun ini, Engkau telah menjadi sebaik-baik Ayah dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Bagaimana pun dirimu, Engkau adalah seseorang yang harus kuhormati, selamanya.

Maka Ayah, cita-citaku yang sebenarnya hanyalah satu. Menjadikan diri ini shalihah sebagaimana Allah telah janjikan, terkabulnya doa anak yang shalih/shalihah untuk kedua orangtuanya… membangun istana yang indah di Surga yang abadi.

Terima kasih untuk 7144 hari dan selamanya atas segalanya, atas doa-doa yang kau persembahkan untukku, untuk anak-anakmu.

Maaf Papa, kini aku bukanlah orang yang pandai mengucapkan kata ‘Selamat Ulang Tahun’. Aku yakin Engkau adalah Ayah yang sangat baik sehingga paham akan ini. Hanya tulisan ini yang dapat aku berikan… dan aku tahu ini sebenarnya tak cukup.

Tetapi satu hal,

Allah’s ridha for me is depends on you…

I love you till the end time…

I love you all the day…

Again, thank you for being my father, my superhero, my inspirator.

 

10525633_10200281420114051_5290974193991123348_n

 

Boyolali, 26 Desember 2015

Putri ke-duamu,

Farah Nadia Karima

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *