Non Fiksi

Tidak Ada Alasan Untuk Membenci

904279bdda5653f19cbd89ae2b0fa1f4-d3gmmf1

Senyum-lah dahulu. Karena senyum itu menyenangkan.

Aku baru saja sadar, jika ternyata melihat seseorang dari berbagai sisi itu menyenangkan. Tak ada kesal, tak ada benci. Sama sekali!

Aku baru saja tau, rasa benci atau tidak suka terhadap orang lain, karena kita yang mencipta sendiri. Dia, tidak salah. Bukankah Allah menciptakan manusia dengan segala kekurangannya? Lalu? 🙂

Mungkin ‘kacamata’ kita perlu diganti, atau cukup diubah lensanya saja. Setidaknya, itu akan membantu untuk membuat sudut pandang kita berubah. Tidak lagi melihat;

Ketidakramahannya

Ketidaksabarannya

Ketidakmenyenangkannya

Ketidakbaikannya

Kenakalannya

Atau apa pun lah itu yang kita sebut dengan suatu keburukan, melainkan kita telisik kembali dari sudut yang berbeda;

Kecintaannya kepada orang tua

Kepatuhannya terhadap agama

Kejujurannya

Kesabarannya

Ketangguhannya

Keberaniannya

Kepintarannya

Jiwa sosial-nya yang tinggi

Atau apa pun yang yang kita sebut dengan kebaikan.

Percayalah, bahwa kita pun tak jauh-jauh dari apa yang semula kita benci. Lalu? Mungkin cermin dapat menjawabnya; yaitu tidak ada alasan untuk membenci. 🙂

Yogyakarta, 4 Oktober 2015

Pukul 1:14 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *