Uncategorized

Bangkit, Bergerak, Kembali kepada-Nya!

Salaam.

Bismillaah…

Waktu bergulir sangat cepat, kian berlalu, tanpa menunggu manusia menemukan dirinya kembali.

Tak terasa 2014 telah berlalu, tanpa meninggalkan satu pun jejak. Ia benar-benar telah pergi. Menyisakan berbagai memori haru dan pilu di dalam kalbu.

Penghujung 2014 menyadarkanku akan sesuatu. Titik di mana aku kembali merasa kehilangan. Bukan kehilangan orang lain. Bukan. Melainkan kehilangan diri sendiri. Kau tahu bagaimana rasanya? Menyakitkan. Akan tetapi, sesungguhnya aku tidak mengerti bagian apa yang hilang pada diri. Yang kutahu, aku merasakan kekosongan…kehampaan… Perasaan yang sebelumnya tak pernah kurasakan semenjak ‘mengenal-Nya’ beberapa tahun silam. Sebenarnya aku tahu, perasaan itu muncul semenjak langkah kakiku mulai menapaki ranah perkuliahan. Ranah yang jauh berbeda dengan ranah abu-abu. Berbagai kesibukan (atau aku yang merasa sok sibuk) seperti ospek dan rangkaian kaderisasi organisasi yang aku sadari telah mengurangi intensitas kebiasaan yang sebelumnya aku lakukan. Tidak perlu aku sebutkan satu per satu. I’m trying to go back to the old of Farah…

Aku menulis ini pun sabagai sarana untuk peyadaran kembali. Bahwa aku telah kehilangan sesuatu. Dan inilah saatnya untuk bergerak dan BANGKIT kembali! Mendekat lagi kepada-Nya.

“Sejauh apapun kita salah melangkah, kembalilah.. pada Allah..” – Febrianti Almeera :’)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *